This is not really new. Mozilla Ubiquity is a product from a well known concept. Pople has already start with keyword bookmark. It’s a shorcut linked to javascript which you can type in URL bar, eg: “g keyword” will look up keyword in google. There’s also IM to command where you can hook up your IM to certain services. I can recall there’s a TODO services using Yahoo as a bridge. And of course, there is Twitter that has been tapped by everyone to hook their service onto. RememberTheMilk use twitter as a shortcut to post new task into user task list.
There’s also yubnub.org. Yubnub make it possible for us to create a shorcut, console flavoured command to execute certain activity related to browsing. Basically it’s like a parameterized TinyURL. So you can also define “g -k <keyword>” to search keyword in google. What makes it different to the prementioned shorcut is that it is social. You can share your commands and you can use other’s commands as well. Same thing, different rules equals game changes. Continue reading
Category Archives: Web 2.0
Monetizing a Happy User – Menyulap Pengguna Senang Menjadi Uang
Dalam komentarnya di post kemarin, Sapimoto menyatakan secara implisit bahwa dirinya tidak masalah untuk mengklik iklan yang berada di bliog seseorang sebagai bentuk penghargaan terhadap sang penulis. Sementara di lain pihak, saya mewakili persona yang enggan melakukan klik dalam rangka menghargai karya sang penulis. Saya cukup percaya dua tipe user tersebut benar-benar ada, walau sepertinya tipe yang pertama saya sebut sepertinya punya lebih banyak persentase.
Seperti kata Ivan di sini, sepertinya memang user yang mau mengklik iklan masih cukup banyak. Buktinya CTR tidak naik-naik juga. Ini mungkin tanda bahwa CTR masih sangat laku sehingga ratenya tidak dinaikkan. Sesuai hukum supply and demand,ekonomi 101, jika penawaran berlimpah makan harga akan cenderung rendah. Tapi hal ini bisa juga salah.
Dalam era web 2.0 ini sepertinya banyak hukum-hukum ekonomi baru yang ditemukan. Munculnya bentuk-bentuk interaksi baru, perubahan kultur, dan interkoneksi seluruh warga dunia dalam satu tempat menelurkan aturan-aturan baru dan mengubah pakem-pakem lama. Meskipun mungkin masih ada hukum dasar prinsipal yang masih benar-benar tegak. CTR tadi misalnya belum tentu tetap rendah karena masih berlimpah peminatnya. Bisa juga terjadi karena monopoli harga, atau mungkin kejenuhan pasar PPC.
Jadi cara mana yang lebih tepat diambil dalam rangka memonetasi blog secara efektif?
Seperti yang sudah ditulis di atas, beberapa hukum prinsip ekonomi masih berjalan. Dimana ada permintaan di sana ada peluang penawaran. Ini berarti targeted ad masih berjalan. Ya, beriklan secara tepat pada user yang tepat adalah langkah yang masih valid. Jika anda sudah merasa memberikan iklan yang sudah tepat tetapi user masih berpikiran klik pada iklan tersebut hanya akan memperkaya anda, berarti usaha targetting ad anda masih perlu dibenahi. Pastikan bahwa value yang dibawa iklan tersebut mempunyai value yang lebih dibandingkan dengan kekhawatiran user. Jika anda menerima satu rupiah untuk tiap klik, buatlah user (merasa) mendapatkan sepuluh rupiah jika mengklik iklan anda.
Bagaimana caranya? Usaha yang cukup logis adalah mengarahkan user ke vertikal idamannya. Misalnya, bawa produk-produk langsung ke hadapan user. Jika sebelumnya kita hanya menghadirkan link ke website, maka coba kita tampilkan produk-produknya secara langsung. Jika kita berbicara tentang anime,maka tampilkan saja produk-produk anime di sana. Memang tidak ada jaminan pasti untuk diklik akan tetapi jika dihitung lebih cermat, kemungkinan klik oleh pengguna nilainya lebih besar daripada sekedar menampilkan link website atau banner.
Masih ada cara-cara lain. Idenya adalah buat user senang sehingga ia tak sadar melakukan apa yang anda harapkan: klik iklan, berkomentar, ikut polling, dll. Bisakah anda hubungkan prinsip ini dengan situs semacam Gmail, Delicious atau Flickr?
PS:
Selain memanfaatkan kesenangan pembaca, anda juga bisa mengeksploitasi sifat-sifat pembaca yang lain seperti yang ditulis Ivan di sini.
- Photo by EricGjerde
blog + iklan = uang?
Ads are the new online tip jar, kata mas Seth Godin. Iklan adalah kotak sumbangan online. Menurut Anda, pembaca blog ini mau mengklik iklan/adsense yang saya pasang? Very unlikely I would say. Jangan-jangan malah ada yang berpikir: “Gile aja, ntar kalau gw klik lo jadi kaya sementara gw masih tetep kere”. Haha, jadi benar kan apa kata mas Seth Godin. No, I’m not his worshipper. Saya tergolong newbie yang baru saja membaca blognya mas Seth Godin. I found many of his words make sense. It’s a “click” for me.
Pembaca datang di suatu situs karena tertarik dengan kontennya, tidak dengan iklan yang dipasang disana. Kecuali iklannya benar-benar luar biasa dan memberikan “klik” pada pembaca, maka iklan tak punya peluang sama sekali untuk di klik. Contoh “klik”, di situs Victoria Secret, Anda sedang mencari lingerie spesial sebagai hadiah spesial untuk pasangan anda. Disamping produk yang anda amati ternyata ada iklan “Lihat produk yang anda lihat diperagakan oleh <taruh artis seksi favorit anda di sini>!”. Saya yakin itu akan jadi “klik” untuk anda
Jadi, apakah memasang iklan di blog dengan harapan kaya mendadak masih bisa dianggap tindakan waras matematika? ya tinggal dihitung saja. Kalau pendapatan dihitung dari jumlah impresi (tayang), dan jika tiap 1000 impresi berharga 1 rupiah, berarti untuk mendapatkan satu juta rupiah anda harus memastikan ada 1000 x 1000.000 kunjungan ke blog anda. Untuk pay per click, tinggal diubah saja angka-angkanya sesuai dengan aturan dari agent pemasang iklan. Oww, ya anda benar, tidak harus 1000×1000.000 kunjungan di satu blog saja. Kita bisa mendistribusikan impresi ke banyak blog supaya satu juta rupiah bisa segera tercapai.
Jadi memasang iklan di website demi uang itu tidak efektif? Hehe, ini tergantung cara pandang dan strategi Anda. Strategi saya jelas tidak efektif. Buktinya saya tidak bisa membuat buku cara sukses dengan adsense :p. Menurut saya, akan lebih efektif jika kita bisa mencari sponsor utama untuk blog kita. Ya, mirip portal-portal berita itu. Cuman kelasnya aja yang beda. Untuk blog-blog tak laris seperti ini ya nyari sponsor kelas teri dulu. Misalnya: “Getuk Asli Mbah Juminten, bisa delivery”. Dipasang saja tarif seratus ribu untuk 6 bulan. Sepertinya cara ini lebih cepat daripada nunggu pendapatan satu juta rupiah dari iklan PPC :p. Buka saja beberapa spot/slot iklan dengan tarif variatif.
Mas ini ngomong doang ya. Emang udah dapat duit dari cara yang Mas bilang? Hehehe, tahu tidak. Anda sudah membayar dengan perhatian Anda sampai ke baris ini. Dengan cara pandang tertentu, perhatian Anda juga bsia saya konversi jadi uang. Mungkin tidak sekarang, mungkin baru cair beberapa tahun lagi. if you know what I mean
Oh ya, jangan lupa baca ulasan MangoAddict mengenai ragam cara mengais duit di internet. Dengan cara yang masuk akal dan tidak mengada-ada tentunya
