On the obvious

Aside

Why would google put Youtube sidebar (pop up) on Google+?

Because it is logical. Youtube has many great content. I love watching CN Blue video on it all the times.

Why does it feel awkward?

Awkward? How? You mean the pop up window? Because making the Youtube sidebar reside in G+ page would take space. It’s logical.

Will other button from Google product catalog follow suit?

Obviously. Perhaps. Aside from Youtube? Blogger?

Are you sure?

What? Why looking at me like that? Do I look like Vic?

Links Roll: Link-link menarik

folderview plasmoid

“folderview plasmoid + nepomuk == sweetness”. Nepomuk (service) dalam definisi saya adalah sebuah RDF proxy server. Berbagai macam resource bisa diberi makna tambahan unutk mendefinisikan resource tersebut dengan lebih tepat. Dengan nepomuk berarti kita bisa melakukan query yang lebih dari sekedar “mengandung teks tertentu”, akan tetapi kita juga bisa melakukan query: “siapa saja teman saya yang berkirim surat di hari minggu ini”. Yes, I really mean it. Nepomuk IS that good. Digabungkan dengan plasmoid (KDE “widgets”), kita bisa menampilkan visualisasi hasil query tersebut secara reatime di atas desktop kita. Conth sederhana adalah menamipilkan file-file tertentu. Sepeti yang bsia kita lihat di link ini

“being creative by casting a restriction onto ourself. Hmm, this might just be the perfect solution for my issue”. Bagaimana caranya menjadi kreatif? Bagaimana caranya menemukan topik baru untuk ditulis? Dengan melepas diri ria, kita sering berharap kita bisa berkreasi secara total. Padahal kadangkala, melepas diri secara total biasanya berakhir pada terjun bebas dan mendarat tanpa ide sama sekali. Copyblogger menuliskan, salah satu cara menjadi kreatif adalah jsutru dengan membatasi diri. Menarik bukan? Pernahkah anda ingat atau alami suatu kondisi terjepit yagn akhirnya memunculkan ide-ide brilian? Baca selengkapnya di sini

Yah, cuma dua? Hehe, maaf ya. Sudah waktunya cabut dari warnet. Jika anda tertarik lebih jauh, silahkan ikuti feed friendfeed saya.

Notes:

Nepomuk stands for Networked Environment for Personalized, Ontology-based Management of Unified Knowledge. To make it simple it’s like a tool to attach label and annotation to show relationship between stuff.

Zemanta Pixie

Where the web is going?

Tulisan ini ada sebagai ganti komentar di mangoaddict. I haven’t found anything interesting to write, yet. And my recent post doesn’t seem to reap any answer.

So, here is my version of “the future of web”.

Semantic (and natural language) will be here soon. Saya sependapat dengan Ivan, walau tidak sama persis. Semantic web akan segera bersama kita. benih-benih semantik yang ditanamkan oleh Powerset, Hakia, Freebase/Thinkbase, dukungan Yahoo atas microformat, dan searchmonkey akan tumbuh menjadi pohon rindang. menjaid ekosistem yang memungkinkan lebih banyak orang bermain di dalamnya dan akhirnya akan menyebar ke seluruh penjuru internet.

Desktop will move to web. Sudah banyak aktivitas kita yang kini tak lagi bergantung pada aplikasi dekstop. Mengetik, menghitung dengan spreadsheet, membuat presentasi, melihat attachment, tak lagi memerlukan aplikasi desktop. Di masa depan, sepertinya hanya hardcore geek yang akan tetap memakai photoshop. Khalayak ramai akan lebih fasih dan menyukai aplikasi semacam Picnik. One tool for each task will be the trend. A suite won’t be a bloated app, instead will be a configurable mashup a la user. Your browser will be your ultimate enterprisey app!

Cloud computing for everyone, as easy as blogging today. Hadoop will be the next wave, dan cloud computing pun tak akan jadi dominasi Google dan Amazon. Not even Detik ;) .

Social network will go even mainstream, and even granular than what you ever think of. It will be so seamless that every activity you do is social :) . Yes, cloud computing can be as easy as making group in social network. So that you can add IBM as your friend to use their computing power.

Expects more freemium. Computing power dan storage terlalu murah untuk tidak dimanfaatkan. Akan muncul lebih banyak layanan gratis di masa mendatang.

Photo by josef.stuefer