Light my candle

There are times in life where reality does not turn out to be what we’ve been expected. For those times, let’s light the candle and keep our fighting spirit and hope alive…

And for the other occassion, let’s BLOW THE FUCKING CANDLE UP AND FUCKING REPLACE IT WITH A BING BANG OF FIREWORK!! WOOOHOOOOOO!!!!!

Dear Lord, I thank You for every sweetness I had and every lesson I’ve learnt. Keep ‘em coming, keep me strong.

Kena genjutsu, 20 rebu melayang

Rupanya benar feelingku pagi ini. gelisah sebelum berangkat ke kantor, tak seperti biasanya, padahal mood unutk mandi tidak susah dicari. Rupanya itu hunch karena akan ada sesuatu tak normal pagi ini.

Tidak lama setelah berjalan dari kos-kosan, tepatnya di tikungan menuju jalan raya, ada pria naik motor hendak bertanya. There’s nothong to stop, I’ve already late afterall :p. Mulanya bertanya tentang asrama mahasiswa daerah, setelah itu pengen pinjem hape buat nelpon. Aku bilang pulsaku abis, kalau smsm mungkin masih bisa. Dia bilang, ntar kalao sms mereka ndak mengerti, orang-orang di daerah x ni suka ndak ngerti. Aku udah mau cabut, dia tanya: kalau muntah darah itu kena DB gk? Wah, secara aku bukan orang kedokteran ya aku jawab kurang tahu. “oh, kriain kamu anak kedokteran, UGM kan biasanya kedokteran. Kulihat kau tampak seperti orang yang baik-baik, jadi walau tidak kenal kuberanikan bertanya”.

Ujung-ujungnya mau pinjem 50 rebu. WTF! Tadi anehnya waktu itu udah mau aku kasih (tanpa sadar 50 rebu itu besar juga!), tapi berhubung aku sendiri agak krisis genjutsunya rada susah bind ke diriku. Llau minta duit buat telpon ke wartel. Ah mungkin ini caraku untuk lolos. Tapi sayang aku salah nark duit dari saku. Yang kutarik justru dari 20 rebu dari saku kanan, padahal di kiri ada 10 rebu yang kusiapin buat naek bis. Eh, kok ya 20 rebu itu yang diraih ma dia. malah bilang 30 ribu aja buat naek taksi. Makin gk jelas gini orangnya. tapi waktu itu tetep aja rasanya masih rada normal. Berarti genjutsunya sudah mulai bisa ngebind. Akhirnya aku berhasil melindungi 10 rebuku walaupun mengorbankan 20 rebu. Genjutsu-nya kuakhiri dengan jutsu salaman dan dengan seal senyum. Kemudian saya pun melenggang dongkol ke arah jalan raya untuk melanjutkan berangkat ke kantor.

Coba kalau ini adalah istri saya, berhenti pun dia gk bakalan mau mungkin karena feelingnya so strong. Apalagi kalau udah di”todong” duit, pasti langsung merapal jutsu “Liat atas sampai bawah, tinggal pergi”. Sayangnya, saya lemah dalam urusan genjutsu akibatnya ya seperti cerita di atas. Kena sekem, begitu kata Aa Nata. Aseeeeeeeengggg!!!

Powered by ScribeFire.

Is this it or .. ?

Some meeting today did really shake me. Somehow, my mind got thrown back to my short message yesterday. It was about my prayer, asking for light and strength, whether stay put or to walk away. Neither was never been easy, and it feels I’m sitting in the middle.

Early e-mails today, somehow, lift up my mood. But, the meeting took it down again. Somehow it’s like I’m being told again, how long I’ve stuck these years. Further more, without anything significant I can be proud of. I think about (programming) languages, I’m thinking of switching (focus) into something new. I even think about how I’ve dreamed about being a game developer, and how much I’m still having such desire when I read gamasutra.com the other day. I was quite pessimistic though. Since I wonder there’re any game studio willing to employ a non C++ wizard.

Oh, I’ve dreamed about new hardware to play with, new boundaries to explore, about pushing limit, about answering “can we do it, how we do it”, about sharing, about feedback .. about something wicked cool I’ve lost from my feeling lately ..

Oh, I’m so far far far away from satisfaction land ..

Powered by ScribeFire.