Archive for the ‘I love Japan’ Category

Mencari Surga Otaku di Singapura

Saturday, August 16th, 2008

Siapa yang tidak tahu bahwa Singapura punya banyak mall besar. Mencari baju dan pernak-pernik adalah hal mudah. Mulai dari baju mahal sampai baju-baju “3 for S$10″ khusus untuk buah tangan, semua tersedia. Lalu bagaimana dengan barang-barang khas otaku? Pastiny ada juga kan? Tidak mungkin tidak tersedia karena ini adalah segmen niche. Jika di antara sekian manusia ada yang disebut “budak” mode, maka ada punya niche yang jadi “budak” kultur anime/manga/tokusatsu.

Khusus untuk tokusatsu — terutama kamen rider — dan beberapa item anime popular (misalnya Yu-Gi-Oh, Pokemon, Bakugan, dll) bisa kita jumpai di mall umum atau Toy R Us dan bahkan di Carefour. Sisanya, koleksi-koleksi khusus dan lebih bervariatif harus dicari di tempat-tempat tertentu. Berikut ini beberpa tempat yang sempat saya kunjungi.

Vivo City. Di sini ada Toy R Us juga sebenarnya untuk mencari koleksi generik. Untuk koleksi khusus, ada sebuah toko di depan Golden VIllage (cinema) yang menjual bermacam action figure. Ada die cast kendaraan perang, dan tak ketinggalan pula figur dari anime. So pasti ada death note dan dragon ball. Untuk figure dragon ball atau naruto sepertinya ada koleksi figur kecil-kecil yang bisa didapat dengan biaya S$20 per lima buah figur. Harga yang cukup masuk akal, akan tetapi saya lebih menahan liur pada figurine Asuka Langley dengan casual european dressing yang dibandrol dengan harga sekitar S$25.

Tempat selanjutnya ada di Bugis Junction. Lantai dua kalau tidak salah, dekat dengan mini Kinokuniya(?). Liur saya menetes melihat figur Eva 00 yang berlabel S$50. Di sini juga bisa ditemukan berbagai macam figur dan die cast lain yang menurut saya kualitasnya mantap untuk dijadikan pajangan. Hell yeah untuk hellboy, dan Eva 00 tentunya. Saya agak lupa sepertinya ada Eva 01 juga. Pokoknya ngiler deh.

Masih ada tempat lagi yang bisa dikunjungi. Tentu saja, Kinokuniya. Salah satu tempat yang membuat saya sempat berpikir: I wish I’m lost here. Selain koleksi buku Barat, Kinokukiya di Takashimaya juga punya separuh toko yang dikhususkan untuk pembaca huruf kanji, dan tentunya juga para otaku. Tidak ada action figure yang dijual di sini. Pun yang dijadikan pajangan hanya sedikit. Tapi ada banyak koleksi artbook yang membuat jantungan karena pengen memiliki. Sebut saja artbook Patlabor. Masih ingat  Grifon? Atau artbook GITS? Oh, Motoko Kusanagi. Atau majalah khusus bersampul Konata dan berisi konten Konata dan teman-teman. OMGOMGOMG, I’m dying to buy one. BTW, di Takashimaya ini saya bertemu buku “How to awake the enterpreneur inside you”. Sekitar S$50, OMG, pengen rasanya saya bawa buku hardcover itu ke kasir.

Tempat terakhir. Yang sempat saya kunjungi sekaligus melihat WCG 2008 (yang tinggal final World of Warcraft antara tim China dan Malaysia), adalah Suntec. Surga otaku bisa ditemukan di MyPlayGround. Saya agak lupa Suntec tower berapa, yang jelas berseberangna jauh dengan Galeria Dome (tembusan City Hall MRT). Di dekat Eng Wah dan Rock ada toko yang menjual berbagai macam figure. Yang paling banyak sih Lego dan Starwars yang sedang trendi. Tapi ada juga beberapa koleksi figur manga/anime yang menarik. Saya agak ingin beli hmm apa ya itu namanya. Seperti figur chibi tapi bisa ditukar-tukar body partnya untuk membuat penampilan baru. Selain toko ini, juga terdapat toko yang menjual berbagai macam replika  pedang. Mulai dari pedang dari Eropa, dari film Troy, dari Hellboy, sampai dengan pedang milik Hiro. Ada juga pedang-pedang dari seri Bleach. Baik dalam bentuk shikai atau bankai. Zangetsu, ban-kai!

Evangelion 1.01: You Are (Not) Alone

Tuesday, August 12th, 2008

Evangelion 1.01 DVD

It’s my lucky day. I was done picking up my wife’s bag which she left for me during her transit in Singapore. After lunch I did a little mall walking to see if there are any interesting things I can see or buy. Not that I have a fortune to burn though, it’s just I don’t know when I’ll be stranded in this country again.
My lucky eyes caught a “Japan’s No.1 Box Office” on top of a figure I’m familiar with. W00t, Evangelion: 1.0! I went inside to be confused but happy. I didn’t found any Eva but I see Astroboy VCD, Kekkaishi DVD, Bleach, Deathnoe The Movie, and a discounted Ka.ras DVD. Uh oh, and also Hikki’s Heartstation.
Having a hard head spin on what to buy, I finally settled my mind on Ghibli’s collection. There are some movies inside I’ve seen, two others are still new to me. At the cashier I popped out a question to seek Eva, better than dying out of curiosity when I got back home. Lo and behold, he shopkeeper hand me out a VCD and DVD. “Fcuk, I’m going to buy it whatever it takes (as long as it doesn’t cost a fortune)”, my heart said. So, I finally grab the DVD version along with Ghibli collection.
This Eva 1.0 DVD is the first of a four releases. There will be 2.0, 3.0 and 4.0 release. This first installment covers 6 episodes of the series. So what’s Eva 1.0 anyway. The booklet said it is a remake of 1995’s Eva to meet the new age of modern animation. Some cut scene that never made to the original series where ressurected.  Some original materials was revamped to seamlessly match the new drawn materials and also CGs. The result: an Eva film that no one has seen before

However, I still have some dissappointment. The artwork look superb, but there may have been too many CGs that we barely see much hand artwork. Most of them get blurred :D . To confirm this, I may need to install proper codec. As the booklet said it’s encoded in HD as well.

Utada Hikaru: Suara Hati

Monday, August 4th, 2008

Photobucket
Sebenarnya ada tiga penyanyi Jepang yang kerap saya monitor lagu-lagunya. Ayumi Hamasaki sejak lagu Dearest, Utada Hikaru sejak First Love dan Koda Kumi sejak teman saya di kantor lama menunjukkan PV-nya ;) .

Ketiganya punya karakteristik tersendiri, tapi kali ini saya akan bahas Utada Hikaru dahulu. Utada Hikaru ini usianya masih di bawah 30, mungkin masih sebaya dengan saya. Salah satu kelebihan Utada Hikaru adalah dia dilahirkan dan dibesarkan di New York, sementara itu banyak penyanyi Jepang sendiri yang kurang fasih berbahasa inggris. Perbedaan ini tampak kentara di lagu Simple and Clean yang merupakan versi inggris dari Hikari. Di sini tampak Hikki (nama akrab Utada Hikaru di kalangan fans) begitu cemerlang menyadur dan menyanyikan Simple and Clean.

Lebih jauh tentang Hikari, lagu ini pertama kali saya kira sebagai lagu cinta. Kira-kira mungkin menceritakan kemesraan hubungan Hikki dengan pasangannya. Ternyata saya baru “ngeh” bahwa lagu mungkin ini adalah jeritan hati Hikki atas permasalahan yang dihadapinya (pada saat mau merit?).

Ya, begitulah, sedari dulu sepertinya Hikki selalu membuat dan menyanyikan lagu-lagu emosional yang tercipta dari berbagai peristiwa dalam hidupnya. Mungkin hal ini biasa juga dialami oleh penyanyi-penyanyi lain, akan tetapi dalam konteks Hikki hal ini terasa jauh lebih kental.

Dugaan saya, lagu hit pertamanya, First Love adalah curahan hati saat Hikki bertemu dengan calon suaminya. Be My Last kemungkinan adalah juga curahan hati Hikki yang sedang merana. Dan yang baru-baru ini, Heart Station adalah narasi perpisahan. Kemudian, masih dalam album yang sama, Fingthing The Blues adalah lagu perjuangan kemandirian Hikki.

Lagu-lagu Hikki adalah cerminan hatinya. Mungkin inilah yang membuat lagu-lagunya begitu laku. Mungkin aura “kejujuran” suara hati itu telah memikat kita semua.

PS:

Image taken from last.fm