Archive for the ‘Food’ Category

Seri Petualangan: Bowling dan Ramen “Romusha”

Monday, November 26th, 2007



The Bowling League

Originally uploaded by Framed Geek

Sabtu malam, 24 November 2007. Setelah kebingungan mencari orang-orang yang hendak diajak maen. Setelah berdebat tak berujung hendak maen kemana. Setelah memastikan bahwa kita tidak bisa berkaraoke di Happy Puppies karena super penuh dan mengantri. Yasu, akhirnya kita kembali ke rencana awal, ke Saphire untuk bermain bowling.

Whehehe, ternyata menyenangkan juga maen bowling yak? Menggelindingkan bola yang rada berat ke arah target. Brooollll!. Strike!!! Yes,, bisa strike sekali .. lebih gampang daripada maen bowling di 3530 :p. Foto di samping diambil setelah selesai satu set, 4 lawan 3 orang, habis 160-an ribu (sewa lane, sepatu dan beli kaos kaki@5000). Ayo ndi, kita maen bowling lagiy!

Senin malam, 26 November 2007. GosonX, Pramur, dan aku sepakat untuk makan ramen. Mulanya aku yang kelaparan mengajak GosonX unutk makan, tapi seperti biasa kamu tidak tahu hendak makan kemana. Sewaktu GosonX hendak mengajak Pramur makan, aku nyeletuk: “Ramen, kilometer 10!”.

Setelah di-gugling,oh dasar orang sok IT, akhirnya kita mendapatkan informasi tentang lokasi dan juga keyakinan bahwa malam masih buka. Blog yang kami jadikan referensi kebetulan adalah blognya jeng matriphe (kenalan sewaktu jaman helpjogja dan ternyata kenalan si manusia-fetish-ayanami). Jeng matriphe, yang waktu itu berkunjung bersama manusia-fetish-ayanami dkk, menamai ramen ini sebagai ramen Romusha yang sepertinya memang tidak salah. Mangkuknya lebih mirip ember/baskom daripada mangkuk mie. Anehnya, saya malah bisa menghabiskan porsi segedhe gaban ini lebih dulu dari di Gosonx dan Pramur. Ah, kalian memang masih cupu!! :p

Foto-fotonya bisa dilihat di halaman flickr milik GosonX, sekalian dengan foto-foto di Saphire mungkin.

Food Frenzy

Thursday, August 9th, 2007

Unfortunately I don’t have much power left to told you about the whole story. I was suggested to use the same frenzy vocab just to make sure it’ll generate the same efect as the frenzy word  use the other day.

So, yesterday dinner menu waswere:

  • Roasted chicken (ayam bakar)
  • Pepes tahu (tofu)
  • Sambel terong

The should be simple dinner had been turned around into Padang-like dining :D . My wife wasn’t paying attention to the tag “pedess” so she was kinda disagree with me when I told her it’s “pedes” while having the dine. But it was pedas, and she agreed after a while during the waiting for cab.

Uh oh, we recommend this lesehan “Sego Penyet Banyuwangi” to all hot and pedess loving ppl. It’s near the pusat bahasa、right after the junction to Sardjito. Next to it would be the infamous Pepes Sunda and Soto Cak Sukar. Too bad I cannot pinpoint it diresctly for there’s no map 2.0 for Jakal cullinary spot.

PS:
I’ll leave the appropriate vocab translation to whom concern :D

Powered by ScribeFire.

Yanagi Sushi

Friday, February 3rd, 2006



Delight A

Originally uploaded by Framed Geek.

In contrast with my plan to make this month a tight budget month, we start this February with a dinner at Yanagi Sushi at Gejayan street. :D

We can feel the Japanese atmosphere from the waitress’ dress and behaviour. And also from the decoration. One thing bother me is the big illustration on the wall showing a picture of drunken Western people while having meal with girls with kimono. I meant, why didn’t they made it all japanese?. Though the waitress did perform common japanese behaviour like bows, how to say sorry (though in Bahasa), and other body languages, I don’t feel being so much in Japanese room. Well, I guess the japanese atmosphere is below my expectation.

Anyway it was a fun experience. And I guess my tongue doesn’t quite fit sushi :p. Maybe I wasn’t hungry enough :D .

So, anybody know where I can eat ramen in Jogja? ;)