Meniru itu salah!
Politikus meniru kampanye Barrack Obama: salah. Local enterpreneur meniru YouTube: salah.
Semua yang tidak orisinil salah. Padahal Google juga tidak orisinal, tapi kita tak pernah bilang dia salah. Lain halnya jika Microsoft membuat produk baru. OMG, label copy cat pasti akan segera dilekatkan di jidat mereka.
Apa yang salah dengan meniru. Mungkin yang salah adalah cara meniru dan bukan pilihan meniru. Meniru adalah langkah pertama dalam proses belajar. Seperti halnya bayi yang meniru orang tua. Pada akhirnya, saat dewasa, mereka akan menentukan untuk kembali meniru orang tua atau belajar dari sejarah dan kemudian membuat sejarah tersendiri. Akan tetapi selalu saja, dan selalu berulang, dimulai dari proses meniru.
As a side note, this is one draft I’ve never managed to complete. It didn’t reside long in my docs. I’m either tired or furious today. I’m feeling like bloggin something so I guess I’m gotta use this stored draft to feed my whatever. My furiosity negates the positive point I want to deliver here, but well, you can dig it yourself if you really want to. Full is empty, empty is full.
Sphere: Related Content
- Posted by Akhmad Fathonih at 11:04 am
- Permalink for this entry
- Filed under: General
- RSS comments feed of this entry
- TrackBack URI









Hahah bener, segala yg meniru pasti salah.
Gw geli banget asli liat salah satu politikus indo yg paling mirip ama gaya kampanye obama
koq ga malu ya
Felixs last blog post..Just Married