Mempertanyakan Nasionalisme
Apa namanya jika saya berulang-ulang mengutarakan:”Kenapa selalu saja lebih ribut dengan perayaan dan fokus ke pemasangan bendera dan lomba-lomba?” Apa namanya jika saat 17 Agustus saya makan soto kudus dengan nyamannya mengenakan baju merah menyala bertuliskan ndp08 (perayaan hari nasional Singapura 2008)? Apa namanya jika saya sebal melihat acara gosip yang berpanas-panas dengan baju pejuang dan memaksa artis untuk bernyanyi lagu kebangsaan? Apa namanya jika tiba-tiba saya bertanya apa nasionalisme? Apakah nasionalisme itu berarti seseorang menjadi haram untuk berganti kewarganegaraan karena bertahan hidup dan mengejar nilai-nilai yang secara subjektif lebih baik?
Mungkin karena saya tak suka melihat film perjuangan sehingga tak bisa membayangkan seberapa kolosal darah yang tertumpah untuk menegakkan selembar kain dua warna itu. Mungkin karena saya menganggap film perjuangan itu terlalu menyedihkan dan tak cocok dengan nyali saya yang sudah ciut? Atau mungkin karena deretan film bulan lalu jauh lebih meriah dan menarik untuk disimak?
Mungkin karena kaos oblong Hang Ten itu cocok untuk temperatur pagi ini yang memanas. Atau itu tanda saya kurang tahu caranya berterimakasih dan meresapi nikmatnya kemerdekaan.
Mungkin karena saya jemu dengan acara gosip. Mungkin saya tak tahan lagi dengan apapun itu cekikik para artis yang merayakan atau mengeksploitasi 17 agustus. Mungkin karena saya takut melihat para artis yang tak hapal lagu kebangsaan. Mungkin karena saya juga takut karena tidak hapal lagu kebangsaan.
Mungkin karena saya setengah mati berusaha mencari justifikasi dan legitimasi atas pilihan-pilihan saya, baik kemarin, saat ini atau di masa depan. Mungkin saya sedang melarikan diri dari realita atau apa yang saya persepsikan sebagai realita.
Mungkin saya salah sangka. Mungkin tak ada sama sekali kaitannya dengan survival, apalagi nasionalisme. Atau sesederhana saya hanya berusaha mempersulit hidup yang sebenarnya tak susah. Mungkin ini sekedar pilihan dan kosekuensi atas pilihan. Mungkin pertanyaan ini adalah ujian.
Photo by M3R
Sphere: Related Content
- Posted by Akhmad Fathonih at 08:18 am
- Permalink for this entry
- Filed under: Happenings, One Post Per Day
- RSS comments feed of this entry
- TrackBack URI








mau pindah kewarganegaraan jd orang singapore ya oom ?
btw soal lomba 17-an, rakyat ini butuh hiburan, hidup semakin sulit, rasa2nya hiburan setaun skali bisa menjadi dahaga sejenak akan kerasnya kehidupan
dan kalo soal artis ….. hmm nasionalisme mereka malah semakin “menjadi-jadi” berlomba-lomba jd caleg/gubernur/walikota/bupati dengan alasan membela rakyat , entahlah rakyat mana yg dibela
@adit
Kmu mungkin benar soal hiburan untuk rakyat. Karena sudah tidak ada lahan yang bisa digarap, sekerang hobi rakyat indonesia adalah praktek mutilasi, demo KPU, tawuran pas 17-an .. macem2 dah
Soal artis, wah, mereka tidak membela rakyat kok, mereka mau mencanangkan program pariwisata aja. titik
Yang penting hatinya lah …. cukup pekik Merdeka di MSN
dan jangan lupa makan siang di Konjen Indonesia (Disediaiin makanan gratis soalnya) hehehe
Ivan Sielegars last blog post..Social Media: Memanfaatkan Materi Di Jaringan Blog
@Ivan
Emang di Konjen menunya apa aja? buffet?