folderview plasmoid

“folderview plasmoid + nepomuk == sweetness”. Nepomuk (service) dalam definisi saya adalah sebuah RDF proxy server. Berbagai macam resource bisa diberi makna tambahan unutk mendefinisikan resource tersebut dengan lebih tepat. Dengan nepomuk berarti kita bisa melakukan query yang lebih dari sekedar “mengandung teks tertentu”, akan tetapi kita juga bisa melakukan query: “siapa saja teman saya yang berkirim surat di hari minggu ini”. Yes, I really mean it. Nepomuk IS that good. Digabungkan dengan plasmoid (KDE “widgets”), kita bisa menampilkan visualisasi hasil query tersebut secara reatime di atas desktop kita. Conth sederhana adalah menamipilkan file-file tertentu. Sepeti yang bsia kita lihat di link ini

“being creative by casting a restriction onto ourself. Hmm, this might just be the perfect solution for my issue”. Bagaimana caranya menjadi kreatif? Bagaimana caranya menemukan topik baru untuk ditulis? Dengan melepas diri ria, kita sering berharap kita bisa berkreasi secara total. Padahal kadangkala, melepas diri secara total biasanya berakhir pada terjun bebas dan mendarat tanpa ide sama sekali. Copyblogger menuliskan, salah satu cara menjadi kreatif adalah jsutru dengan membatasi diri. Menarik bukan? Pernahkah anda ingat atau alami suatu kondisi terjepit yagn akhirnya memunculkan ide-ide brilian? Baca selengkapnya di sini

Yah, cuma dua? Hehe, maaf ya. Sudah waktunya cabut dari warnet. Jika anda tertarik lebih jauh, silahkan ikuti feed friendfeed saya.

Notes:

Nepomuk stands for Networked Environment for Personalized, Ontology-based Management of Unified Knowledge. To make it simple it’s like a tool to attach label and annotation to show relationship between stuff.

Zemanta Pixie
Sphere: Related Content