Online Payment Gateway, who can serve it?

Siapa saja pemain online payment gateway di Indonesia? Saya tak tahu banyak, saya hampir tak pernah mendengar. Ini berarti mungkin memang tidak banyak pemain di niche ini. Kenapa demikian? Kenapa tidak semua orang bisa meniru ’kesuksesan’ Paypal?

Why it’s hard to start?

Trust. “Siapa yang akan memegang uang saya? Bagaimana saya bisa yakin uang saya tidak akan dibawa lari?” adalah pertanyaan sering kita lontarkan. Dalam hal ini, beberapa pihak yang bisa dipercaya sepertinya hanya bank dan telco/provider saja.

e-commerce culture. Seberapa anda sering melakukan transaksi finansial via internet? Sepertinya masih banyak orang Indonesia yang belum berani untuk melakukan transaksi online. Tidak banyak orang yang melakukan transaski via internet, akan tetapi lain ceritanya dengan membeli ringback tone, wallpaper, games, dsb. Jadi? Don’t you worry, we’re getting there ;)

Online currency. Saya memang belum pernah mengadakan survey, akan tetapi saya masih punya dugaan kuat bahwa masyarakat belum bisa percaya pada transaksi yang tidak melibatkan interaksi face-to-face atau privat. Tidak, ini tidak overlap dengan poin #2, yang kita bicarakan di sini adalah sarana/prasana yang juga turut menyumbang pada kelanggengan e-commerce culture si poin #2. Sampai saat ini, sepertinya yang dipercaya oleh masyarakat umum (bukan early adopters) adalah transaksi online dengan pulsa dan transfer uang lewat bank. Bahkan, mungkin, hanya pulsa saja yang bisa kita anggap sebagai online currency. Saya ragu apakah kita bisa memasukkan transfer uang via bank sebagai bagian dari online currency. Kenapa? Karena dalam hal transfer uang, pembeli tidak melaksanakannya secara langsung dengan penjual jasa akan tetapi harus berpindah media dan penjual akhirnya harus melakukan validasi dan sinkronisasi manual dengan rekening bank tersebut. Bagaimana dengan kartu kredit? Saya tidak punya data untuk hal ini, akan tetapi saya tak pernah menemui layanan lokal yang mendukung penggunaan kartu kredit.

Jadi, siapa yang mampu menyediakan online payment? Sepertinya baru terbatas pada pihak-pihak yang bisa menggandeng bank dan telco saja.

Link-link terkait (di dapat setelah draft blog selesai dibuat):

Photo by ntr23

Tags: ,

6 Responses to “Online Payment Gateway, who can serve it?”

  1. kalo Gudang Voucher masuk gak?
    err … kayaknya cuma online merchant aja yah? ^^;

    *masih belum terlalu paham*

  2. Klo gv menyediakan voucher yg bs dpakai dimana-mana mungkin baru bs kt sbt payment gateway. Sayangnya kan dia cm jd perantara vendor voucher..

  3. Ivan says:

    Yah … sabar donk, Kartu Kredit aja baru rame akhir2 ini aja. Itupun udah banyak kasus kebobolan.

    Sabar yah, ada yg lagi bikin tuh. :)

    Ivans last blog post..6 Hal Yang Patut Diketahui Sebelum Memulai Blog

  4. [...] si NeoFreko sama2 kepikir tentang E-commerce di Indonesia. Ulasannya mengatakan bahwa unsur Trust, E-Commerce [...]

  5. tukang kurir says:

    Jangan salah loh… GudangVoucher kan menerima merchant e-commerce dan generate voucher sendiri untuk e-commerce.

  6. joko says:

    rasa2nya http://www.indo-gold.com termasuk salah satu kalo gak satu2nya di indonesia.

    coba aja tengok

Leave a Reply