Ideas: Social Compile Cloud (cont.)

Hari ini sewaktu mandi, saya kembali terpikir mengenai ide saya beberapa waktu lalu. Yakni tentang Social Compile Cloud (selanjutnya akan saya singkat dengan SCC) dengan memberdayakan icecream dan hamachi. Ide yang minim umpan balik ini kembali datang setelah membaca GigaOm. Saya hampir putus asa dengan GigaOM karena beritanya terasa turun mutu. Padahal GigaOm ini adalah salah satu feed pertama yang mengawali penjelajahan saya atas Web 2.0. Hari ini GigaOm is back in my heart. Post-nya tentang tren layanan cloud menggelitik otak saya dan akhirnya ide SCC mendapat bahan baru!

Dalam ide saya yang lalu, yang terpikir oleh saya hanya hamachi (VPN) saja yang bisa dipakai untuk menjadi penghubung antara anggota SCC dalam jaringan internet. Sekarang, tiba-tiba saya terpikir XMPP. Ya, kenapa tidak. Waktu lalu, isu yang cukup mendasar yang belum saya temukan solusinya adalah masalah trust dan keamanan. Dengan VPN, memang setup SCC bisa jadi sangat mudah. Namun, karena semua anggota SCC terhubung langsung via VPN maka resource yang ada pada setiap anggota akan terekspose seluruhnya. Webserver, FTP, ssh, dan lain-lain akan terlihat gamblang oleh anggota yang lain. Hal ini tentunya akan menjadi penghambat dalam hal pengembangan jaringan sosial para anggota. Bagaimana saya bisa menambahkan friend jika saya beresiko mengalami penetrasi ilegal dalam jaringan?

Dengan XMPP, berarti yang terekspose adalah XMPP resource saja. Tidak yang lain. Dan kini setiap anggota tidak harus lagi membuat VPN meskipun VPN bisa tetap dipakai sebagai pilihan. VPN bisa menjadi pilihan advanced user sedang XMPP bisa menjadi pilihan user pemula atau user yang ingin mengembangkan network dengan jalan membuka diri secara aman.

Tapi tentu saja pilihan menggunakan protokol XMPP tidak berarti membuat segalanya menjadi lebih meudah. Dari sisi user memang akan tampak simpel, akan tetapi implementasi dari sisi developer menjadi lebih susah. Wajar saja, ini memang sudah formula paten. You can take one but you can’t have both :) .

Implementasi SCC dengan XMPP memerlukan tambahan server yang akan berfungsi sebagai tracker layaknya trakcer dalam model bittorrent. Alih-alih mengekspose keberadaan icecream secara langsung, kini user akan mengekspose icecreamnya secara lebih secure lewat tracker. Instans icecream tidak akan terlihat langsung namun statusnya bisa dimonitor di tracker. Lebih jauh tracker ini juga bisa dijadikan media penyimpan informasi tambahan mengenai resource apa saja yang akan tersedia dalam icecream isntan milik suatu user. Misalnya, icecream saya akan ready untuk mengkompile KDE saja, sedang icecream milik stwn siap untuk mengkompile segala hal dalam konteks Kuliax.

Selain tracker, sudah pasti source code icecream juga perlu dipatch supaya berjalan dengan protokol XMPP atau mendayagunakan protokol XMPP. Iya, tidak harus menggunakan XMPP seutuhnya namun XMPP bsia dipakai sekedar untuk menjembatani aktivitas sosial antar anggota. Sementara itu proses compile-nya sendiri bisa memakai VPN secara implisit (seamless). Yang terbayang dalam benak saya, kita tinggal meng-install plugin tambahan untuk klien IM kita untuk menambahkan support SCC.

Bagaimana? Mudah-mudahan bisa lebih jelas konsepnya daripada yang kemarin. Mengenai business model memang belumada banyak tambahan. Tapi saya sudah lebih punya fokus. Seperti yang tertulis di atas, anggota SCC bisa menyediakan berbagai macam compile enviroment. Jadi user bisa juga memasang tarif untuk resource tertentu yang bisa dipakai orang lain. Misalnya memasang tarif untuk enviroment Sun Solaris atau Mac.

Menarik?

PS:

Sebenarnya saya masih punya draft mengenai tren layanan cloud. Akan tetapi, sepertinya akan saya tulis di lain kesempatan saja. Ini sudah pukul sembilan, tiga puluh menit lagi cakewalk mungkin sudah mau kukut-kukut :D

Photo by Thomas Hawk

Tags: , , ,

4 Responses to “Ideas: Social Compile Cloud (cont.)”

  1. Rafki RS says:

    Ditunggu postingan selanjutnya. *duduk tenang*

  2. [...] berikut ini adalah pemenuhan janji yang saya buat kemarin Sabtu. Tentang tren layanan cloud yang saya baca di GigaOm. Jika anda telah membaca url terkait [...]

  3. paydjo says:

    beraaatttt

    * istirahat dulu *

  4. [...] Service, … menjadi hal-hal yang membuat saya tertarik untuk mengoprek kembali. Apalagi topik Social Compile Cloud –Saya malah lebih suka menyebutnya Social Computing Cloud karena tidak hanya masalah [...]

Leave a Reply