Pengennya saya, Paman Tyo saja yang nulis gombalan tentang foto ini. Saya yakin beliau bakal bisa memberi banyak gelitikan pikiran daripada saya. Hehehe. Spanduk ini saya jumpai di jembatan penyeberangan di halte Angkasa. Bisa juga dijumpai di dekat perlintasan kereta stasiun Tebet.
Tanya kenapa? Mungkin memang ada sebagian manusia yang berpikir dia lebih baik daripada orang lain. Macam saya masih sempet pengen ikut carut marut dalam urusan gak jelas seperti ini. :p
PS:
Judulnya sengaja dibikin bombastis. Mulanya hanya “harga mati” saja.
Updated:
Judul diganti supaya tidak menimbulkan provokasi. permalink diganti supaya tidak muncul lagi di google
