Bubarkan Ahmadiyah Harga Mati
April 17, 2008 · Filed Under General
Pengennya saya, Paman Tyo saja yang nulis gombalan tentang foto ini. Saya yakin beliau bakal bisa memberi banyak gelitikan pikiran daripada saya. Hehehe. Spanduk ini saya jumpai di jembatan penyeberangan di halte Angkasa. Bisa juga dijumpai di dekat perlintasan kereta stasiun Tebet.
Tanya kenapa? Mungkin memang ada sebagian manusia yang berpikir dia lebih baik daripada orang lain. Macam saya masih sempet pengen ikut carut marut dalam urusan gak jelas seperti ini. :p
PS:
Judulnya sengaja dibikin bombastis. Mulanya hanya “harga mati” saja.
Comments
7 Responses to “Bubarkan Ahmadiyah Harga Mati”
Leave a Reply












ya elah ton, itu kan kerjaan orang-orang yang punya kunci surga
[Reply]
koreksi (berhubung wp saya sedang nyebelin):
“Macam saya masih sempet pengen ikut carut marut dalam urusan gak jelas seperti ini. :p” harusnya “Macam saya yang masih sempet-sempetnya pengen ikut carut marut dalam urusan gak jelas seperti ini. :p”
Dan harusnya ada link ke bloggombal.org
@firman
Hehehhe, gimana ya ..
[Reply]
saya sih lebih baik tidak banyak berkomentar tentang permasalahan yang ada, mending dipelajari saja kenapa orang seperti ini seperti itu dan jadikan masukan untuk kita pribadi minimal. kalau sudah ketemu “greng”-nya nanti kita bakal tahu
[Reply]
itu judulnya propaganda sekali dan bisa menimbulkan kisruh, tapi aku tau judul itu kamu ambil dari spanduk, jadi sapa yang patut disalahkan atas propaganda gak bertanggung jawab itu yang spanduk dan yang bikin spanduk, :p…semoga lebih banyak orang bijak di Indonesia untuk gak saling mneghancurkan satu sama lain, dan masih banyak solusi yang bisa dicapai daripada cuma pamer arogansi, siapa bener siapa salah, capeeee deee…
[Reply]
jadi inget perkara kontroversial yang sampe ketangan polda jogja dulu :|…
hii takutt….
[Reply]
The history repeats.
Semua agama ternyata memang akan melewati fase yang sama.
[Reply]
Itulah akibatnya kalau orang sudah berfikiran seperti Tuhan. Kepercayaan yang dianut seolah paling benar. Sungguh orang-orang berfikiran picik menurut saya.
[Reply]