Talk is cheap, show me the code
Almari atau lemari ya nyebutnya? Well, almari aja deh. Lemari sepertinya bahasa daerah deh :D. Yak, almari ini sebenanrya sudah nongkrong seminggu menunggu dirakit. Akhirnya baru kesampaian hari minggu kemarin saya rakit sendiri dibantu istri (dengan perkakas meminjam toolbox bapak kos). Almari ini punya sejarah yang tidak mengenakkan alias menyebalkan. Almari ini dibeli di carrefour, yang mana kata bapak kos memang mahal, seharga 200-an ribu (entar saya tanya lagi ke istri berapa kemarin pas-nya). Ongkos nganter ke Tebet 50 ribu. Tidak ada service untuk merakitkan almari ini bagi pembeli which is terribly annoying since who the hell has enough time to do such thing in Jakarta :p. That mindset should be well known enough for carrefour, no? Apparently not. And then, waktu pengantar almari (yang tidak punya service rakit) ini hendak pulang, masih sempat juga minta uang es. Eh, Carrefour bisa bener dikit gk sih ngasih service. udah kena 50 rebu dari Ambassador-Tebet, eh mitra pengangkutnya masih milih yang seperti itu. Amit-amit deh.
Seteah almari selesai dirakit, istri saya take-over merapikan barang-barang yang hendak ditransposisi ke dalam almari. Saya membantu anak ibu kos mengerjakan PR IPS terpadu. Setlah itu diteruskan merakit Tieren Ground Type yang sempat saya beli di Margo City. baru sekali ini seperitnya saya mampir ke Margocity meskipun ebberapa kali bolak-balik Depok-Tebet. Tempatnya luas dan toiletnya pun bersih :).
Okay, berikut ini foto-foto terkait.



Oh ya. Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba untuk membuat podcast. Yang mana membaut saya ngakak sendiri karena suara saya yang tidak jelas dan tidak bisa melafalkan “r” serta .. lebih mirip suara anak kecil cewe mau nangis :)). Lihat saja di sini: http://neofreko.podbean.com/2008/02/24/first-debute-testing/
Update:
Ternyata, sekitar 3 tahun yang lalu, Abe juga merakit lemari (link via sangprabo via komen). Di-update biar entry abe da[et trekbek.
This section gives me most headache. But experience told me that this blog mostly contains personal ramblings related to daily life, open source, and web 2.0. Recently, it turns out to be an idea-box where you can found ideas you can execute in your new startup ;). My ideas and opinions are not bullet proof and never intended to be one way stream. Kindly participate to improve your and my perspective regarding any particular post. Welcome aboard and enjoy your stay
sofie
February 25th, 2008 at 2:52 pm
harganya 219 ribu, tapi printilannya banyak, lain kali memang kalo di carrefour buat survey harga, untuk beli disitu pikir2 dulu plus pegawai carrefour tidak profesional, menakuti orang waktu mau beli lemari, terus malak 50 rebu untuk ambasador- tebet yang harganya sama untuk ambasador- kemang, bayangkan?!, dan itu uangnya gak masuk di kasir sepertinya tapi ke karyawan carrefour itu sendiri, huh!
izzul
February 25th, 2008 at 5:08 pm
ngerjain IPS terpadu ga dipoto jg mas?
Akhmad Fathonih
February 25th, 2008 at 5:16 pm
@sofie
masuk kasir atau tidak aku ndak tahu hon. Tapi dikuitansinya kmaren ditulis kok. Yang rawan dimanipulasi adlah dana yang sudah turun ke koordinator pengiriman. Dari sana bisa saja dipotong waktu memberi ongkos sopir angkutan
@izzul
Wah, sayangnya tidak jeh
stwn
February 25th, 2008 at 8:01 pm
asik podcast, sayangnya hari ini PSP buat dengerin podcast ditinggal di rumah. besok deh aku coba dengerin
sangprabo
February 27th, 2008 at 3:27 pm
@ izzul
Fotonya disimpen untuk posting selanjutnya, dengan judul “pelecehan terhadap anak di bawah umur”
@ toni
He?? Anda ini plagiator atau semua pengantin baru pasti ngerakit lemari ?? *lari terbirit2*
PS:daku cari ‘almari’ di KBBI gitamedia ndak ketemu
Abe
February 27th, 2008 at 4:44 pm
Wanjredd, tret jadul dibawa-bawa hohoho..
Laen kali Pak Toni, kalau mau beli lemari dan dianter, sekalian aja minta dirakitkan ditokonya. So pas nyampek rumah langsung dipakai. Saya lelah kalau masalah ngerakit lemari ini. Biasanya jemari
gemuknan lincah ini ngetik di kibot ini suruh nokok-nokok, yo wislah, ancooorr..@Sangprabo
Walah sampeyan iki jik inget ternyata tret taon jadol!
Eini Sangprabo atau Sangprabot? hihi..
*ngacir*
Akhmad Fathonih
February 27th, 2008 at 4:59 pm
@Abe
Kemarin udah tanyake staff carrefour-nya, gak ada cuport rakit2 .. cuman bisa anter dowang wang wang
nofree
March 4th, 2008 at 1:21 pm
Ton, koe saiki neng tebet tah? alamate nendi? kpn2 kn biso mampir..;) kerjone trus nendi? sejak kapan ng jkt?
*langsung diinterogasi
Philip
March 10th, 2008 at 7:43 am
Lha Ton,
di Carrefour Jogja mau lho ngrakitin.
Jadi emang jelas ditulis disana “Antar + Rakit untuk dalam kota Jogja”
Masak Carrefour Jakarta malah lemot gitu?