Disclaimer:
Curhat ahead. Nothing significant unless you like ’snack’ story. Or if you seasonally, somehow, want to be cursed.

Pagi ini di busway nyebelin sekali. Ibu-ibu kantoran bermuka garang bertanya: “Turun senen gk? Klo gk, gantian (geser) sama saya sini”. Gak ada raut meminta tolong, lebih seperti memerintah. Saya jawabnya ya innocent sajalah: “Enggak ..”. Kemudian saya geser. Eh, gk ada terimakasih juga. Sebel banget gk sih.

Lebih sebel lagi pas saya mikir. Mungkin ibu tadi udah manggil-manggil atau berisyarat pada saya beberapa kali. tapi mungkin saya tidak tanggap. Apa sebab? Karena telinga saya tersumbat headset (lagi denger Amafurase-nya Kagrra,) plus tutup jumper sedang saya pakai gara-gara saya berdiri pas di bawah hembusan AC. Sebel saja karena malah saya merasa bersalah dan tidak bisa meluapkan kekesalan akibat mendapat perlakuan tidak santun.

Lebih sebel lagi waktu mikir, wah nanti bakal ada banyak yang bialng saya tidak santun karena memakai tutup telinga sewaktu di tempat umum. Jika saya santun seharusnya saya tidak rapat2 nutup telinganya. Saya berarti harus bertoleransi meskipun tidak nyaman berdiri terbengong di dalam busway supaya saya bsia tanggap kalau ada yang memanggi-manggil saya.

Ya enak juga kalau semua juga berlaku seperti itu. Saya ndak keberata. Lah kalao saya doang yang mikir gitu, bisa-bisa muka saya yang imut ini akan mengalami akselerasi penuaan dini akibat jalanan jakarta. Anjing! Nah loh. Gw kasih kata-kata yang sudah saya pendam beberapa waktu ini. Brengsek!

Sphere: Related Content