baru-baru

Ah well, drivel ndak mau juga login ke blog saya. Akhirnya dengan mengedit install.rdf si ScribeFire, ekstensi ini mau juga nongol statusbar my trusted Firefox Beta 2. Untungnya juga blog yang barusan suspended (karena kesalahan sistem or so idwebhost said) bisa live kembali dengan cepat. Bravo untuk kecepatan layanannya tapi thumb down untuk kesalahannya!

Kenapa judulya baru-baru? Ah, itu karena saya bingung aja ngasih judul yang tepat :D . Sebenarnya isinya campur-campur, tapi campur-campur terlalu sering dipakai dan menandakan kalau isinya carut marut. So, baru-baru lebih tepat karena masih menimbulkan rasa ingin tahu pada pembaca. Gimana? Sudah merasa tertipu beum sejauh ini? :D

Oke, ya sebenarnya memang hal-hal baru yang ingin saya ceritakan di sini. Antara lain tentang w830i saya yang baru. Yatta~. Akhirnya setelah kurang lebih tiga tahun setia memakai Nokia 3530, saya pun berganti hape modern. Saya bersyukur, dan teman sekosan saya pun (lebih) bersyukur. Maklumlah, belakangan ini 3530 saya lebih mirip alat bantu kebugaran daripada hape. Untuk menekan tombol utamanya saja harus dengan kekuatan ekstra, biasanya sampe terdengar bunyi “kreteg-kreteg” sebagai efek tergencetnya casing :D . Masih mending klo bisa terlaksana dengan sekali pencet. Kalu tidak beruntung biasanya saya malah mutung, ngambek, gemes pengen menggigit si hape X(.

goodbye 3530, welcome w830i

Satu lagi hal yang baru: berkaraoke. Ya, budaya hura-hura? :D Apapun itu, saya memang baru saja mengalaminya. Ini mungkin sekaligus sebagai event perpisahan bagi saya. Maklum saja, habis ini mungkin tidak bisa sering bertemu dengan geng jogja, teman hangout dan bertukar opini. Asik juga ternyata berkaraoke, apalagi rame-rame. Mulai dari Klik sampe lagunya Cintaku Padamu (Ita Purnamasari), dan tak ketinggalan Unforgiven II yang saya duetkan bersama Didit :D . Puas deh. Timii, fotone ojo lali diupload yooo :)

Laluu, masih ada lagi. Kemarin saya akhir berhasil memperoleh The Tipping Point dan Freakonomics. Dua buku ini direkomendasikan via Amazon untuk menemani The Long Tail. The Tipping Point sendiri sepertinya lebih berkonteks psikologi daripada IT, demikian halnya juga dengan Freakonomics yang sepertinya membahsa ekonomi kontemporer. Well, itu hanya dugaan saja. Bukunya masih rapat terbungkus plastik, menunggu untuk saya baca. Asiknya, buku ini berbentuk pocket book, jadi enak kalau hendak dibawa kemana-mana sebagai bacaan. Oh ya, harga The Tipping Point ini ternyata lebih miring sekitar 16 ribuan dari yang saya jumpai di toko buku biasanya. Ternyata Periplus (lantai dasar Malioboro Mall) tidak selalu terasosiasi dengan buku mahal ya? Wah, jadi pengen berkunjung rutin nih :)
Book shopping spree

PS:
Ya ya ya, itu memang Evangelion dan Gundam jadul. Sengaja beli buat koleksi. Dan yang di bawah ini, sepertinya idaman para lolicon ..
The Strawberry Marshmellow

Powered by ScribeFire.

  • http://hadiariawan.web.id ariawan

    wedeeee… mas toni ganti henpon… :) yang lama buat saya aja mas.. ndak usah dijual..

  • http://neofreko.com Akhmad Fathonih

    @ari
    Yakin mao 3530 .. emang mao fitness jempol .. lecet atau keseleo ndak saya cover lo asuransinya :D

  • http://paydjo.net paydjo

    buat aku aja ton.
    ada kabel datanya to ?
    lumayan kalo ada kucing lewat buwat nimpuk
    kabelnya buwat nyekek :D

  • http://pudakonline.com pudakonline

    selamat atas hape barunya hehehe…

  • http://stwn.ngeblog.net/ stwn

    tipping point salah satu buku favoritku :-D
    freakonomics, /me juga lagi baca, bagus, kayak bukan baca buku ekonomi. sang penulis aja ngakunya sebagai rogue-economist :)

  • http://neofreko.com Akhmad Fathonih

    tipping poit blm kebuka plastiknya .. sementara freakonomics mmeang asik sih karena penyajiannya yang tidak disajkan lewat pendekatan murni akademis (meskipun ujung2nya juga mikir :p) .. cuman freakonmics ini kadangkala bikin lost in thought karena gk nyambugn akibat banyaknya angka dan fakta cerita yang panjag dan lebar … well, tapi memang asik juga bacanya ..

  • http://stwn.ngeblog.net/ stwn

    nggak tau ya ton, baca freakonomics itu memang tidak seperti bahan ekonomi yang pernah aku baca hehe kayak di smp/smu. penyajiannya seperti katamu dan juga menurutku ada campuran dari beberapa disiplin ilmu yang bikin tambah menarik

  • http://blog.neofreko.com Akhmad Fathonih

    Iya sih, penyajiannya tidak seperti pelajaran ekonomi di smp/smu. Mgk pelajaran ekonomi dulu lbh mirip sejarah ekonomi, dan tdk tampak kontroversial, makana tdk menarik:p