Rupanya benar feelingku pagi ini. gelisah sebelum berangkat ke kantor, tak seperti biasanya, padahal mood unutk mandi tidak susah dicari. Rupanya itu hunch karena akan ada sesuatu tak normal pagi ini.
Tidak lama setelah berjalan dari kos-kosan, tepatnya di tikungan menuju jalan raya, ada pria naik motor hendak bertanya. There’s nothong to stop, I’ve already late afterall :p. Mulanya bertanya tentang asrama mahasiswa daerah, setelah itu pengen pinjem hape buat nelpon. Aku bilang pulsaku abis, kalau smsm mungkin masih bisa. Dia bilang, ntar kalao sms mereka ndak mengerti, orang-orang di daerah x ni suka ndak ngerti. Aku udah mau cabut, dia tanya: kalau muntah darah itu kena DB gk? Wah, secara aku bukan orang kedokteran ya aku jawab kurang tahu. “oh, kriain kamu anak kedokteran, UGM kan biasanya kedokteran. Kulihat kau tampak seperti orang yang baik-baik, jadi walau tidak kenal kuberanikan bertanya”.
Ujung-ujungnya mau pinjem 50 rebu. WTF! Tadi anehnya waktu itu udah mau aku kasih (tanpa sadar 50 rebu itu besar juga!), tapi berhubung aku sendiri agak krisis genjutsunya rada susah bind ke diriku. Llau minta duit buat telpon ke wartel. Ah mungkin ini caraku untuk lolos. Tapi sayang aku salah nark duit dari saku. Yang kutarik justru dari 20 rebu dari saku kanan, padahal di kiri ada 10 rebu yang kusiapin buat naek bis. Eh, kok ya 20 rebu itu yang diraih ma dia. malah bilang 30 ribu aja buat naek taksi. Makin gk jelas gini orangnya. tapi waktu itu tetep aja rasanya masih rada normal. Berarti genjutsunya sudah mulai bisa ngebind. Akhirnya aku berhasil melindungi 10 rebuku walaupun mengorbankan 20 rebu. Genjutsu-nya kuakhiri dengan jutsu salaman dan dengan seal senyum. Kemudian saya pun melenggang dongkol ke arah jalan raya untuk melanjutkan berangkat ke kantor.
Coba kalau ini adalah istri saya, berhenti pun dia gk bakalan mau mungkin karena feelingnya so strong. Apalagi kalau udah di”todong” duit, pasti langsung merapal jutsu “Liat atas sampai bawah, tinggal pergi”. Sayangnya, saya lemah dalam urusan genjutsu akibatnya ya seperti cerita di atas. Kena sekem, begitu kata Aa Nata. Aseeeeeeeengggg!!!
Powered by ScribeFire.