FUNimation Imbau Penghentian Fansub

Pak Er-Te Risiyanto memberikan woro-woro di id-anime tentang imbauan FUNimation mengenai penghentian fansub (via jawa pos). Cuplikannya sebagai berikut:

Mulai bulan ini, para otaku di luar Jepang harus menunggu untuk menikmati anime yang diadaptasi dari karya William Shakespeare, Romeo x Juliet. Sebab, dalam situsnya, Shinsen-Subs menyatakan berhenti melakukan subtitling anime jebolan Gonzo ini.

Shinsen-Subs melaporkan bahwa mereka mendapat surat dari FUNimation, yang bicara atas nama Gonzo, Kamis pekan lalu. Pihak Shinsen-Subs pun segera mengumumkan dalam situs mereka tentang penghentian fansub Romeo x Juliet. Dalam suratnya, FUNimation menyebutkan, “Sangat penting untuk diperhatikan bahwa hak cipta yang dimiliki produser Jepang masih berlaku di seluruh penjuru dunia, bahkan sebelum anime tersebut dilisensi untuk distribusi lokal.”

Dan berikut ini adalah tanggapan saya yang juga bisa dinikmati di milis id-anime.

Sepertinya, distributor anime mulai menghadapi dilema yang sama dengan
distributor musik. dalam dunia musik, sudah terjadi kontroversi
pemakaian DRM. Pihak distributor memaksa pengimplementasian DRM,
sementara konusmen tidak puas karena teknologi tersebut malah membuat
haknya terkurangi. Sudah beli kok tidak bisa dimainkan di hardwarenya
yang lain.

dunia internet sekarang ini benar-benar mengubah pola konsumsi
konsumen. Kedudukan konsumen di dunia online, kurang lebih sudah bisa
sejajar dengan kekuatan produsen. Konsumen, bersama-sama, bsia saja
membunuh produsen karena produsen bermain nakal atau semena-mena.
Sayangnya produsen saat ini belum menemukan cara efektif untuk
menghadapi dan memanfaatkan perubahan pola konsumsi. Akhirnya langkah
yang diambil berupa langkah konvensional. Yakni memaksakan pembatasan,
alih-alih memanfaatkan kondisi pasar yang teramat sangat subur dan kondusif.

Sayangnya saya bukan ahli bisnis atau marketing expert. Entah
model bisnis seperti apa yang bisa dipakai untuk mempertahankan profit
tanpa mengecewakan konsumen. Produsen anime tentunya membutuhkan biaya
produksi dan konsumen membutuhkan anime yang dia inginkan secara cepat
dan murah. Distributor dan pelisensi saja mungkin yang suka membuat
onar dengan permodalan dan FUD-nya terhadap produsen.

Hubungan konsumen dan produsen (serta distributor) telah dan
sedang berubah. Akan menjadi sangat menarik unutk melihat seperti apa
hasil akhir perubahan tersebut dalam masa dekat ini. DRM dikutuk,
iPhone pun di-unlock. Apa yang akan (harus kita lakukan terhadap)
anime?

Powered by ScribeFire.

  • http://blackclaw.wordpress.com Black_claw

    Komennya kayaknya kenel… Yang komen syapa yah…

  • http://neofreko.com Akhmad Fathonih

    la, yang komen kan baru kamu .. masak ndak kenal diri sendiri *garuk-garuk kepala*

  • http://blackclaw.wordpress.com Black_Claw

    Oya! Budizainer mampir yah?
    *garuk-garuk kepala tonceh*