Geek Building The Bridge Part 2 / 804 posts / 1,947 comments / feed / comments feed

Warnet Royale

Dilihat dari luar aja, warnet ini sudah tampak beda desainnya, lebih mirip kafe. Setelah ditengok ke dalam, ya memang beda. Total ada 32 room kata masnya, sekat-sekatnya lebar dan lorong-lorong yang mengantar kita ke sekat-sekat ini adalah jalan dengan batu-batu putih yang mewngingatkan kita akan jalan setapak dekat kolam dalam taman.

Tempat duduk? Sofa. Monitor wide screen flat. Tersedia konektor USB, headset dan sepertinya ada webcam juga. Headsetnya tidak mewah, jadi yang audiophile mungkin tidak akan termanjakan. Ada sedikit kendala ergonomis, akrena komputer posisinya dipinggir sofa dan keyboardnya tidak bsia ditarik, saya malah jadi susah nyadar. Tangan kiri saya ini sudah terasa pegal karena harus selalu terangkat untuk menyentuh keyboard. Mouse ada di “laci”, entah rasanya kurang smooth gerakannya walaupun sudah pakai mouse optik. Mungkin karena tekstur kayunya

Firefox sudah terinstall, jadi tak perlu khawatir bakalan dipaksa memakai IE. Cuman sayang, plugin flashnya belum terinstall, jadi saya tadi harus menginstall sendiri. A few clicks sih, dan cepet banget downloadnya. Entah tadi download apa ngga, tapi tetap aja menyita waktu :p. Ada juga Opera bagi fans Opera, semua bisa diakses via taskbar.

Oke, sekarang test speed. Hmmm, agak sedikit kecewa nih. Audio streaming via last.fm masih sempat putus-putus. Coba youtube ya. Hmmm. Aku test pake http://youtube.com/watch?v=FKWfk3SP4p8 ternayata agak hiccup juga.

Oke, jadi bagaimana kesimpulannya? Sebenarnya Royale ini menjanjikan karena environmentnya yang menjanjikan. tampak bbeda dan terkesan lebih mewah. Yang agak fatal adalah kualitas koneksinya ini. Dari melihat spanduk saya sudah berharap duluan bahwa saya akan bisa mendapatkan pengalaman multimedia tanpa cacat, tapi apa daya ternyata masih tidak bsia memuaskan saya. Kalau ditambah kafe dan fasilitas untuk laptop (yang ini udah ada tapi terbatas — pake kabel UTP) mungkin bisa menarik lebih banyak orang. Ya, nggak tahu juga ya sebenarnya konsep warnetnya seperti apa. Saya hanya kritikus tak tahu diri yang senang mencerca tanpa mau melihat susah payahnya membuat warnet ini :D. Hehehe. Moga-moga setlah soft opening ini kuliatasnya bsia ditingkatkan lagi. Jika tidak, kemungkinan akan jadi warnet-warnet yang lain tanpa punya banyak beda :)

PS:
Oh ya, lokasi warnet ini ada di seputaran Coffe Break dan Parsley. Pasti ketemu, cari aja yang lampunya paling gelap :)).

Sphere: Related Content

9 Comments

  1. stwn — 8/31/2007 #

    posting review seperti ini terus, ton. sayangnya sementara ini belum ada komentar

  2. Akhmad Fathonih — 8/31/2007 #

    Yes, saya coba posting review-review seperti ini (geeky review). Dulu sempat posting rangkuman originalsignal, tapi sekarang malah udah tenggelam .. Repot soalnya daily :D

  3. Herman Saksono — 8/31/2007 #

    Seperti kritikus Anton Ego bilang, karya paling buruk pun lebih berharga daripada kritik atas karya itu sendiri.

  4. Akhmad Fathonih — 8/31/2007 #

    Heheheh, makasih cite-nya Mon .. tepat seperti yang saya inginkan waktu saya nulis pas paragraf itu :D

  5. mina — 9/4/2007 #

    di kaliurang ya?

  6. Akhmad Fathonih — 9/4/2007 #

    iya, di samping steak obong

  7. ROYALE — 9/12/2007 #

    Terima kasih atas masukannya..
    kemaren memang masalah kecepatan, kita masih belum menemukan setingan yang pas..
    sekarang bisa dicoba kembali..
    ditunggu kehadirannya lagi..
    thx.. manajemen royale internet & cafe..

  8. tones — 1/10/2008 #

    klo boleh tau pke ISP mana?
    apa perjamnya juga sama sprti warnet2 yang lain??

  9. Akhmad Fathonih — 1/11/2008 #

    @tones
    Ditanya aja langsung ke manajmen Royale soal ISP :p
    Soal tarif, seingatku ndak jauh beda kyk warnet lain. Udah lupa :p

Leave a comment

« Back to text comment