Biasanya aku tidak pernah ambil peduli akan hal-hal lain di luar IT. Tetapi, kadangkala aku juga tergelitik dan gemmesss bukan main terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar sana.

Barusan saja aku baca post di Tausyiah275(coba ini klo link sebelah gk jalan). Tak habis pikir aku. Bear in your mind, I’m no Gusdur fan or anything and I’m not talking about any particular religion here. Thus, you don’t have to bother yourself by asking me about my competency in any religous manners. Tak habis pikir aku, jika seorang Gusdur bilang bahwa: "Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al Qur’an", kemudian kita akan segera menganjurkan Gusdur untuk bertobat dan segala macamnya?

Oh My Fucking God (terlalu gemes untuk kusingkat), apakah pernyataan seperti itu akan anda telat bulat-bulat mentah-mentah? Oh My Fucking God, itu artinya kan bisa macem-macem. Pernyataan tersebut bisa jadi adalah sebuah otokritik. Pernyataan itu bisa jadi adalah suatu gelitik untuk membuat anda berpikir: apakah ibu menyusui anaknya dengan mengeluarkan teteknya terus anda bisa bilang bahwa ibu tersebut adalah cabul?

Oh My Fucking God, apakah semuanya harus ditelan bulat-bulat mentah-mentah?! Don’t you think that there’s something to read between the lines?

Sphere: Related Content