Talk is cheap, show me the code
Biasanya aku tidak pernah ambil peduli akan hal-hal lain di luar IT. Tetapi, kadangkala aku juga tergelitik dan gemmesss bukan main terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar sana.
Barusan saja aku baca post di Tausyiah275(coba ini klo link sebelah gk jalan). Tak habis pikir aku. Bear in your mind, I’m no Gusdur fan or anything and I’m not talking about any particular religion here. Thus, you don’t have to bother yourself by asking me about my competency in any religous manners. Tak habis pikir aku, jika seorang Gusdur bilang bahwa: "Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al Qur’an", kemudian kita akan segera menganjurkan Gusdur untuk bertobat dan segala macamnya?
Oh My Fucking God (terlalu gemes untuk kusingkat), apakah pernyataan seperti itu akan anda telat bulat-bulat mentah-mentah? Oh My Fucking God, itu artinya kan bisa macem-macem. Pernyataan tersebut bisa jadi adalah sebuah otokritik. Pernyataan itu bisa jadi adalah suatu gelitik untuk membuat anda berpikir: apakah ibu menyusui anaknya dengan mengeluarkan teteknya terus anda bisa bilang bahwa ibu tersebut adalah cabul?
Oh My Fucking God, apakah semuanya harus ditelan bulat-bulat mentah-mentah?! Don’t you think that there’s something to read between the lines?
Sphere: Related Content
This section gives me most headache. But experience told me that this blog mostly contains personal ramblings related to daily life, open source, and web 2.0. Recently, it turns out to be an idea-box where you can found ideas you can execute in your new startup ;). My ideas and opinions are not bullet proof and never intended to be one way stream. Kindly participate to improve your and my perspective regarding any particular post. Welcome aboard and enjoy your stay
firman
April 22nd, 2006 at 11:28 am
ah andai saja semua orang bisa berpikir seperti kamu ton
toni
April 22nd, 2006 at 11:53 am
opo dadine ndunyo klo semua orang berpikir kayak aku? :))
stwn
April 22nd, 2006 at 4:04 pm
sudah-sudah kerja saja, atau baca buku atau cari ilmu, kembangkan dan sebarkan ke orang lain. tidak usah dengar orang/kelompok yang memang dari _sononya_ seperti itu –YKWIM(tm)
o iya ayo baca majalah FSM tuh dah keluar nomor 11, jangan FHM aja!
toni
April 22nd, 2006 at 5:15 pm
Laparrr …
stwn
April 22nd, 2006 at 5:24 pm
ke pak jenggot aja, cari yang crispy gitu lockhh
toni
April 22nd, 2006 at 11:42 pm
ke pak jenggot terus, keenakan pak jenggotnya gitu loch ..
*sambil makan yang crispy2*
starchie
April 23rd, 2006 at 5:37 am
bwahahahahahahaha ya bgitulah dunia kita, o fucking toni
toni
April 23rd, 2006 at 6:21 am
@starchie
Sapiii, masih di jogja atau udah pindah kota?
-tikabanget-
April 26th, 2006 at 7:09 pm
hahahahhaa…
ihihihihi…
Masih banyak orang lugu di luar sana..
Btw, dah lama gak ke blog sini.
Theme nya ganti lagi?
Keren..
stwn
April 27th, 2006 at 6:22 am
tikabanget> Masih banyak orang lugu di luar sana
emangnya dirimu nggak lugu? sana cuci muka dulu
toni
April 27th, 2006 at 6:33 am
:)) … sabar oi ..
Yang jelas itu, di dunia terdapat banyak orang, yang memiliki berbagai macam pandangan ..
*kriyip-kriyip*
cuci muka dulu ahh …
aRdho
April 27th, 2006 at 6:38 am
cuekin aja.. fahmi emang kayak gitu orangnya..
*kaburrr*
toni
April 27th, 2006 at 6:42 am
@aRdho
Eits, mau kemana dek?! Maen kabur-kabur seenaknya aja. Sini dek! Push-up 10 kali!!
Hehehe, lagian ini aku posting kyk gini juga musiman doang kok. Kebetulan aja lagi sensi .. pe-em-es
Herman Saksono
April 27th, 2006 at 11:59 am
Sangat sulit membayangkan budaya Indonesia bisa maju kalau perbedaan adalah dosa dan pluralitas diharamkan.
Junkerz side A
April 27th, 2006 at 6:18 pm
uhuk…uhuk…
maaf…jadi gatel pengen komentar juga…
saya bukannya tidak mengerti apa ‘lelucon’ Gus Dur..ya..saya tau bahwa yg ditunjuk GD adalah masalah cabul dan tidak cabul (mengeluarkan buah dada untuk nyusu).
namun, JANGAN HINA KITAB SUCI SAYA!!!
barangkali kualitas iman saya tidak sebaik GD, pemahaman Qur’an juga, apalagi ttg bahasa Arab…saya ngaku saya kalah…tapi jika KITAB SUCI SAYA DIHINA…KEIMANAN SAYA TERSINGGUNG!!!
ya ya ya…mungkin saya dianggap pe em es…tapi apakah GD tidak bisa membuat ‘lelucon’ yg lebih baik?
ingat..pemimpin ~ dicontoh masyarakatnya!!
*ngeloyor mode…*
Topan Berliana
April 27th, 2006 at 7:30 pm
Menurut saya kok Gus Dur nggak menghina kitab suci ya ? saya masih bingung dimana penghinaanya. Apakah tulisan yang ada kisah tentang ’susu menyusui’ itu cabul ?
Kamasutra, dan bahkan di Alkitab setau saya juga ada tulisan/kisah tentang erotisme. Tapi itu tidak berarti cabul (yang negatif).
Cabul yang negatif itu film-film bokep yang sering saya tonton. Hehehe
j/k
stwn
April 27th, 2006 at 8:12 pm
budaya yang semakin maju apa yang Anda maksud mas Herman? kalo bikin harkat dan martabat manusia jadi turun ya sama aja gitu lockhh
perbedaan asal tidak berhubungan dengan yang mendasar di luar agama, silahkan. karena agama sudah ada standarnya jelas yang mana yang haq/benar kecuali yang tidak mau ikut
pluralisme, demokrasi, liberalisme, dan isme-isme yang lain hanyalah produk luar negeri, pake dong produk lokal
btw, bagi orang-orang yang tidak mengerti dan tidak punya ilmunya mendingan nggak usah ngomong deh, tanggung jawab dunia akhirat, kayak saya ini juga
mari bekerja,
stwn
April 28th, 2006 at 12:20 am
untuk menghindari salah persepsi saya koreksi paragraf yang carut marut ini:
> perbedaan asal tidak berhubungan dengan yang mendasar
> di luar agama, silahkan. karena agama sudah ada
> standarnya jelas yang mana yang haq/benar kecuali
> yang tidak mau ikut
perbedaan asal di luar masalah agama, silahkan, karena di dalam agama sudah ada standar yang jelas tentang benar/salah, dst, kecuali bagi orang yang memang tidak mau/ingin mengikutinya
Tentang Gus Dur sebagai _tokoh_ memang kurang pas kalo mengeluarkan komentar seperti itu tapi ya kita semua tahu demikian itulah orangnya ;). Dan JIL senang sekali kalo ada komentar seperti itu dari _tokoh-tokoh_ yang mereka wawancarai
kalo gitu baca Al Qur’an aja yuk, biar tahu ada tidak yang dimaksudkan
noneedforyoutoknow
April 30th, 2006 at 4:58 pm
alahh, koe ngomong yg beres dulu.. pikiran koe masih sempit! ngoceh2 ttg perbedaan-yg-berhubungan-dengan-agama=perbedaan-mendasar? koe hidup bukan di negara agama. dan agama ga cuma 1 disini.. patokan agama mana yg koe pake buat jadi yg paling benar?
dan, isme-isme produk lokal itu apa?! bhineka tunggal ika toh?!
kerja sana, ga usah komentar.
tarie
May 1st, 2006 at 6:58 pm
tidak semua masyarakat berpikiran seperti para pelajar ini, jadi apa yang dikatakan oleh gusdur mungkin saja ditelan mentah2 oleh orang2 yang memang masih “menurut beberapa rekan disini berpikiran sempit”. Justru karena masyarakat kita itu beraneka ragam makanya kalo ngomong jangan cuma “yang bisa dipahami oleh orang2 tertentu seperti rekan-rekan ini”. Lha masih banyak jeh yang berpikiran apa adanya. Gimana coba kalo masyarakat yang awam tiba-tiba ngomong “oh jadi kitab suciku itu porno ya” dan menelan begitu saja.
toni
May 1st, 2006 at 8:49 pm
Serba susah ya? Kalo ngomongnya harus selalu jelas dan gamblang, takutnya masyarakatnya jadi tidak mau belajar karena maunya disuapi terus :D. Sementara, di lain pihak, kalau ngomongnya pake sedikit “kiasan”, malah tidak dimengerti :D.
BTW, saya baru kepikiran hal lain: media. Bukannya diluruskan atau dikonfirmasikan supaya “porno”-nya menjadi jelas, malah langsung ditulis dan di-blow-up. Heheh. Runyam sudah
Damarhadi
May 2nd, 2006 at 7:32 am
Begitulah dunia, tiap peserta dari kehidupan ini mempunyai banyak cara untuk menampilkan bahwa dirinya bisa berfikir. Itu sadja lah!
Damarhadi
May 2nd, 2006 at 7:38 am
Ohya, happy birdDay toni :D. afwan telat nggih
toni
May 2nd, 2006 at 8:00 am
@Damarhadi
..
maturnuwun
nink
May 2nd, 2006 at 1:27 pm
pada g tau ya klo GD itu punya selara humor yg kelewat tinggi, tentu saja bila dibanding dgn kita yg org awam heeheehee….(g nyambung ya?)
Herman Saksono
May 2nd, 2006 at 2:09 pm
Begini mas Stwn, dalam hidup ini kita tidak pernah tahu mana yang paling benar. Sehingga kalau ada orang yang berpendapat, ya mari kita dengarkan saja. Kalau salah ya dikoreksi, kalau benar ya dibenarkan. Kalau setiap mau omong malah dimarahi, kapan orang berani mengungkapkan pikirannya?
Sayangnya, sampai saat ini orang cuma bisa mengutuk kalau Gus Dur salah, tanpa bisa menunjukkan dimana kesalahannya.
Lagipula, kalau Gusdur bilang Al-Qur’an itu porno apakah harkat saya turun? Apakah saya menjadi tidak bermartabat. Ya enggak to? Saya tetap herman yang sama seperti sebelum Gus Dur demikian.
PS:
Kernel itu ciptaan orang-orang luar negeri. Internet itu buatan Amerika. Komputer setahu saya bukan ciptaan orang Indonesia. Tapi mas STWN tetap pakai to? Kalau tidak suka dengan pluralisme atau demokrasi, ya bilang saja nggak suka mas. Nggak usah bersembunyi dengan embel-embel anti buatan luar negeri
starchie
May 3rd, 2006 at 12:47 am
MANA NEH YG NAMANYA FAHMI ?? BISA BEDAKAN SEKS DAN SEKSUALITAS NDAK ? KALAU NDAK BISA, PUSH UP 10 SERI DAN BALIK PAKE CELANA SMP SAJA !
* berlalu :)) *
tarie
May 3rd, 2006 at 9:18 pm
Hmm memang tidak mudah mendidik masyarakat, disinilah peran para terdidik untuk mendidiknya. Hanya saja mendidik itu kan proses juga ya….seperti sekarang ini kan kita sedang belajar berdemokrasi, termasuk menanggapi segala sesuatu dengan santun. Perbedaan yang membuat dunia jadi dinamis, dan membuka usaha bagi setiap orang untuk berperan di dalamnya.
Vira
May 6th, 2006 at 1:42 am
Gus Dur mungkin terlalu maju buat mereka yang berpandangan sempit, namun kita memerlukan lebih banyak figur seperti GD, untuk mempertahankan pluralisme dan mencegah konservatisme yang semakin meningkat akhir-akhir ini.