Telecommuting
Bangsattttttt, udah nulis panjang-panjang, pake bahasa inggris pulak, backspace gw teken malah jadi aksi back. Damn you invisible focus grabber!! May you burn well in hell!!!
Just read this success story of my friend doing real telecommuting.
No, there’s no such thing as “Salam Sukses Luar Biasa” here.
Selamat buat Cinta
Selamat ya cinta buat your new job and new unbelievably awesome salary. Semoga semakin sukses di tempat yang baru. Love you.
Petualangan Harry Potter di Solo
Rada males nulis cerita panjangnya. Jadinya aku nunggu Momon aja yang sudah berjanji untuk menulis cerita lengkapnya, paling nggak dalam versi dia.
Sebenarnya sih kita berangkatnya pake metode yang berbeda. Rencananya sih naek kereta Prameks, cuman beberapa orang telat (termasuk saya :p ). Alhasil, yang telat pada pergi ke Giwangan untuk naek Patas AC (!) ke Solo. Setelah itu kita naek taksi ke Solo Grand Mall dan ebrtemu dengan teman-teman yang laen di sana.
Cerita selanjutnya menunggu post dari Momon, Tika, mas Topan, Ninta, atau Paydjo :D. Giiihhh!! Cepetan ditulis ceritanya, ntar biar aku trackback ![]()
Siti Nurbaya
Aduuuh, plis deh. Sekarang ini bukan jaman Siti Nurbaya. Dari dulu Dewa 19 juga udah bilang kan, cinta bukan soal harta dan tahta. Jadi inget cerita perjodohan habib di kumpulan cerpen yang ditulis ibu Labibah Zain. Seorang habib harus menikah dengan yang sederajat, sehingga sang tokoh utama dalam cerita itupun akhirnya menikah dengan seseorang yang bukan pilihannya. Setiap orang yang telah menikah pasti berada di salah satu cerita: menikah dengan orang pilihannya, menikah dengan pilihan orang lain. Jika ceritanya adalah dulunya menikah dengan pilihannya sendiri, berarti akan sangat logis untuk membiarkan anaknya menikah dengan pilihannya sendiri juga. Hey, bukankah itu yang terbaik yang pernah mereka (orang tua) alami? Dan jika ternyata dulunya meraka menikah degnan pilihan orang lain, bukankah ini saatnya mewujudkan mimpi mereka saat itu; yaitu menikah dengan pilihan meraka sendiri dengan wujud nyata mendukung anaknya untuk menikah dengan pilihannya sendiri.
*sigh* Semuanya ada dua sisi. Sisi yang lain malas untuk aku katakan karena tidak mendukung meskipun dasarnya adalah positive prejudice.
Cerita hidup memang bervariasi antara seseorang dengan orang yang lain. Ada yang lancar-lancar saja, ada yang mengalami cobaan, ada yag mengalami banyak cobaan, dan sebagainya. Aku ucapkan selamat bagi anda-anda yang mendapatkan nikmatnya kelancaran, dan aku ucapkan selamat berjuang bagi anda-anda yang sedang berjuang. Mari berjuang! Ganbatte!!
PS:
Hayah, ini bukan tentang aku.
Ittadakimase!!
Here is for the makan-makan ritual :D. You can find the rest of the menu by yourself here. Don’t be hesitate, please enjoy yourself.
Ittadakimase!
Da da UGM ..
Akhirnya, aku bisa mengucapkan: “Selamat Tinggal UGM”. Akhirnya aku bisa lepas dari cengkeramanmu. Huahahahahha.
Lega gitu lo gk lagi kecantol-cantol ma hal-hal administratif yang sering buat aku benci, sebel dan bad mood.
Hari ini gembira sekaligus khawatir. Pidato rektor, panca prasetya alumni, dan pidato sambutan dari wakil wisudawan entah kenapa benar-benar aku dengar. Gelar ini menjadi bekal sekaligus beban tanggung jawab yang akan selalu melekat pada diri saya. Huaduh, ngomongnya muali meracau :p. tapi beenran kok, aku terpengaruh ma pidato-pidato yang udah aku sebut di atas.
Berhubung sekarang tidak ada lagi faktor akademis yang menuntut pikiran, berarti lebih banyak space pikiran yang bisa difokuskan ke pekerjaan atau menuntut ilmu secara otodidak (ngoprek). Well, moga-moga gk bakalan manis di mulut saja :). Ada banyak hal yang masih harus dipelajari, baik yang teknis maupun non teknis. Dan yang paling penting mungkin pengalaman :). Ini inspirasi yang aku dapat setelah baca thread “bangalore” di teknologia. Woloh, penglaman dan ilmuku gk ada seujung kuku mereka :D.
Aseli Sebel
- Sebel nganterin jalan-jalan ..
- Sebel kena tarif bikin gantungan kunci yang menipu di Malioboro
- Sebel kamera gw gk balik-balik dari tadi sore, padahal besok mau gw pake
- Sebel krn gw disalahin krn udah minjemin kamera untuk hal-hal yg gk jelas
Gw sekarang tidur kantor walo besok wisudaan. Lagian kantor deket juga ma tempat wisudaan. dan yang paling penting, gw juga nyaman tidur di kantor. Napa? Gw mmg keras kepala kok!!
Mau nonton Naruto dulu sebelum tidur. Besok gk tau sarapan apa. Mudah2an gk kelaparan. Eh, beli di Pak Tua Sanders aja apa ya? Twister gitu tahan pe pagi gk? Enak gk ya dimakan dingin2?
Sebel!
New Haircut
Selamat datang!! (stress) Huhuhu, habis potong rambut kok masuk angin ya? Kepala pening lagi ma mulai rada mual-mual.
Makasih buat Lina ma Didit yang udah nganterin aku ke Jhonny Andrean Galeria. Akhirnya kesampean juga potong rambutnya. Dan seperti biasanya, seperti setiap aktivitas yang melibatkan interaksi person to person, pasti hasilnya rada di luar harapan. Kenapa sebab? karena gw tuh gk bsia ngomong.
Aku sebenarnya kan suka ma rambut panjangku, jadi kalopun pototng aku pengennya tuh masih menyisakan rambut yang lumayan panjang meskipun gk bisa diiket. Tadi udah bilang sih, mo potong pendek biar gk usah diiket. Nah lo, padahal harusnya ngomong: dipendekin biar gk usah diiket, tapi usahakan masih tetep panjang. Ya sudah, akhirnya aku dapet potongan shaggy. Kirain tadi sih udah ampir selesai ternyata masih dipotong2 lagi, merapikan tapi juga mendekin .. Ugh, rambut panjangku!!!!!
HIk hik, pening, kamera digitalku belum dibalikin padahal tadi pagi udah janji mau dibalikin. gitu loh yang paling aku benci. Udah dilonggrain pinjem, dan gw seringkali maklum .. hehe, digosipin malah dateng .. hore .. habis ini upload foto gw
Pusiiiiinngggg :(( *masuk angin*
Gelisah …
Sigh.
Good Rest
It’s been no new story that my almost every waking up in the morning has been a shitty one. Sleepiness and stiff bones lead to a bad mood in the morning. Adding some hour or minutes for another session of sleeping will apparently be futile. Stiff bones are still here to stay and sleepiness hasn’t yet go away.
In older time I used to wake up and 5 or Subuh. I used to put loud music during that time and stay awake until the sun breaks and keep on going with daily activity. Now, I do still wake up at 5 (4.30 am to be exact), do the Subuh pray and then in an unbelievebly fast manner go back to sleep mode. Wake up at a range of 6.30 to 8 am, take a bath and go to my office to do daily work activity. FYI, I go to bed at a 12.00 pm almost everyday.
Somehow I believe sleeping hour doesn’t affect much to our physical freshness so there must be something else.
How’s your sleep lately?














